LELAKI SIPIT, TANPAMU AKU KAYA
Hari ini kulepaskan kau dari hatiku. Kulepaskan juga serpihan-serpihan memori tentangmu yang menyangkut di kepala agar kepala ini mampu kutengadahkan untuk menatap langit biru dan abu-abu. Setelah bahasaku yang terlalu sulit kau pahami juga ketidakpahamanku yang berasal dari kebodohan.
3 tahun yang lalu. Sejak hari perkenalan dalam sebuah training untuk mahasiswa baru dari seluruh fakultas yang berlangsung di luar kota mulai tercipta deburan rasa di dasar hati. Baru satu hari aku mengikuti training, aku sudah terkagum-kagum padamu. Kau yang begitu kharismatik dengan kemeja hijau toska dan celana gunung coklat muda menjadi moderator dihampir setiap sesi acara. Lelaki berwajah oriental, kulit putih dengan mata sipit.




