Oh rentangkan tanganMu Bersama datang malam
Agar dapat kurebahkan kepala
Pada bulan di lenganMu
Oh hembuskanlah
Nafas iman ke dalam sukma
Agar dapat kuyakini
Hidup dan kehidupan ini
...
(Hidup IV by Ebiet G Ade)
(Hidup IV by Ebiet G Ade)
Malam sunyi, lamat-lamat kudengar ibu bernyanyi pelan. Sesekali kulihat ia berusaha mengingat tiap lirik lagu tersebut. Lagu yang sama yang sering dinyanyikan almarhum kakek.
Ibu yang semakin sholeha di mataku..
Kini ibu bisa mengaji meski dengan makhrijul huruf yang tak beraturan. Dulu beliau tak bisa mengejanya. Di usianya yang sudah berkepala empat beliau memulai belajar dengan buku Iqro. Setahun, dua tahun, semangatnya untuk mempelajari Alquran tak pernah surut. Hingga sekarang beliau selalu rutin membacanya selepas sholat. Sering pula kulihat ibu menangis saat membaca terjemahan Alquran, menyimak ayat demi ayat peringatan. Aku malu pada Ibu karena terkadang aku tak begitu konsisten membaca terjemahan Quran.