Ternyata bunga bukan hanya sebagai penghias taman atau pekarangan rumah.Tetapi juga pemersatu 2 negara. Konon sebagai ucapan terima kasih antara Belanda kepada Kanada karena telah memerdekakan negara tersebut dari rezim Nazi Jerman saat itu, bunga Tulip ditanam di kota Ottawa. Canadian Tulip Festival merupakan salah satu festival tulip terbesar di dunia. Diselenggarakan setiap bulan Mei di Ottawa.
Sunday, May 29, 2011
Thursday, May 26, 2011
Taman Keikhlasan
Begini mungkin rasa keikhlasan,
saat kau memaafkan tanpa perlu alasan
kau memberi tanpa pernah berfikir balasan
kala kau berdoa menyebut tiap nama untuk mereka kebaikan
kau tak hendak menghitung semua menjadi butiran kerugian
karna cuma Dia tujuan
engkau pun terus menyapu jika taman keikhlasan
terkotori ranting-ranting ketidakjujuran
kau bersihkan ia dari daun-daun kesombongan
kau tanam benih tunduk
engkaupun siraminya dengan tawadhu
dan membiarkan ia di bawah cahaya
lalu saat engkau mulai sulit menyuburkan taman keikhlasan di hari yang lain
di hatimu
kau mulai mencurigai dirimu sendiri
Tuhan melihatnya, tak menutup mata sekalipun,
tak pernah sedetik pun
mohonlah kekuatan demi kekuatan,
karna banyak ujian yang menari-menari tak peduli kan membuatnya mati
pinta kesempatan demi kesempatan
sebab hati slalu melawan nafsu yang memperkelam segala
sebab hati pun, tempat kau simpan keikhlasan punyamu sendiri,
rahasiamu sendiri bersama Tuhan
dan hanya Ia yang meneguhkan
Vitha Civtany Yolandary
Mei 2011
Tuesday, May 24, 2011
Dhuha
Aku bertanya pada ruhku sendiri
tidakkah kau ingin merawat diri
lalu berjanji takkan pernah kembali
merentang hari dengan tuli
cepatlah pinta ampunanNya
celah-celah dosa begitu nyata
menjelma belati menghujam jiwa
kesedihan tanpa ujung mendera rasa
kala tak bermuara di syurga
Di dhuha kupilih jeda
membasuh muka dan anggota
sedekahi tubuh dengan rakaat sempurna
lalu melantun alif, ba, tha berakhir ya
mengeja lembar demi lembar surat cinta
Dhuha,24052011.
Sunday, May 22, 2011
Perhentian
Tak perlu lagi kutanya hujan yang mengabarkan mimpi
dan termenung di malam pekat
sekedar memastikan kesalahan
melihat diri dipermain kebodohan
aku yang tak bisa melihat
tepat di mata kejujuran sekejab hilang
karna tak pernah ada lagi kunci
menembusi dinding hati bernama telepati
setiap aku menapakkan kaki kini kuhapus jejaknya
agar tersadar tak tergurat luka merentang
biar tak lagi kulipat kebahagiaan yang penuh warna
dan tak perlu minta maaf selain kepadaNya
Pontianak, 22052011.
dan termenung di malam pekat
sekedar memastikan kesalahan
melihat diri dipermain kebodohan
aku yang tak bisa melihat
tepat di mata kejujuran sekejab hilang
karna tak pernah ada lagi kunci
menembusi dinding hati bernama telepati
setiap aku menapakkan kaki kini kuhapus jejaknya
agar tersadar tak tergurat luka merentang
biar tak lagi kulipat kebahagiaan yang penuh warna
dan tak perlu minta maaf selain kepadaNya
Pontianak, 22052011.
Wednesday, May 18, 2011
Fiksi SisiUngu [Nama Yang Tepat]
Nama Yang Tepat
Treet..
Hapeku bergetar, muncul satu pesan.“Aku pengen ketemu siang ini bisa nggak?”
“Tumben, rindu aku ya?”
“Lebih dari itu, there is a good news.”
“Huaa..kamu mau nikah ya Ti!”
“Haha..kamu kok pinter amat sih nebaknya. Iya, aku mau nganter undangan.”
“Jam 12.10 ya, aku lagi banyak kerjaan kantor nih. Kita makan siang bareng, gimana?”
“Oke, di Wong Kito.”
“Baiklah, Ti manis :)”
***
Thursday, May 5, 2011
Note Kecil buat Ibu
Ibu, jangan bimbang ya...
Malam ini kita minta Allah tuk memberi mimpi paling indah. Kita duduk di padang luas sambil bercengkrama kemudian sesekali memandang angkasa, ditemani langit biru yang lembut. Mungkin ibu sangat letih namun aku masih ingin mendengar bait-bait doamu untuk kami, kala malam sepertiga penuh dengan cahaya bulan. Aku pun masih suka mendengar ibu bernyanyi kecil di hari sore yang lain.
Bu, kita punya Allah,
tempat satu-satunya meminta untuk dikuatkan dengan tawaqal, tak terlupa jika terlampau bahagia dan tak larut dalam sedih jika duka terus menyapa. Semoga Dia selalu memberi keajaiban-keajaiban cintaNya untuk kita.
Ibu, terus semangat ya…
Karena aku ingat betul nasihat ibu yang ini, “Sabar, deraskan doamu kepadaNya.” ketika langkahku lelah hingga tangisku pecah. Aku pun berharap ibu demikian. Ketidakberdayaan tubuh dan jiwamu semoga menumbuhkan sabar dan ikhlas seperti pesan yang ibu kirim ke inbox hp ku selepas maghrib tadi, “Doakan, semoga Ibu sabar dan ikhlas” lalu segera aku aminkan.
Dan beberapa detik kemudian,
sampai malam gulita,
gemuruh doa masih kuhantar kepadaNya agar Dia menjagamu selalu,
lebih dari yang biasanya,
lebih dari yang biasanya…
Pontianak, 05052011. 12:58
Subscribe to:
Posts (Atom)



