KepadaMu ingin kupersembahkan bakti dan sujudku
Sekian lama terselubung dalam langit
namun aku tetap setia
Mencari Engkau yang memberi kehidupan
dan senantiasa akan menjaga
Biarlah jiwa kupasrahkan, peluklah
ragaku di dalam dekapanMu
KepadaMu ingin aku tumpahkan segala-galanya
Jalan panjang telah aku lewati
menyusuri kegelapan
Secercah sinar yang gemintang merasuk,
membuka seluruh kesadaranku
Di mana aku dapat rebah tenteram
tidur lena dalam pelukanMu?
Friday, July 29, 2011
Monday, July 25, 2011
Taubatnya Sya'labah bin Abdul Rahman
*Sekedar menikmati bacaan ringan selepas dzuhur. Selalu ada motivasi serta inspirasi dari setiap orang2 sholeh :)
------------------------------------------------------------------------------------
Tsalabah bin Abdul Rahman ra adalah salah seorang sahabat yang mulia. Beliau berasal dari kalangan Anshar, dan selalu setia melayani Rasulullah Saw sejak beliau ra masuk Islam.
------------------------------------------------------------------------------------
Tsalabah bin Abdul Rahman ra adalah salah seorang sahabat yang mulia. Beliau berasal dari kalangan Anshar, dan selalu setia melayani Rasulullah Saw sejak beliau ra masuk Islam.
Suatu ketika dalam sebuah perjalanan untuk menunaikan sebuah urusan, secara tidak sengaja Tsalabah ra melihat seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Rasa takutnya akan Allah Swt muncul seketika, ia takut jika Allah Swt akan menurunkan wahyu atas apa yang telah terjadi. Maka ia lari hingga mencapai pegunungan, tinggal disana dan senantiasa bertaubat dan menangis kepada Allah Swt selama 40 hari.
Malaikat Jibril as menyampaikan perihal ini kpd Rasul Saw, shg Rasulullah Saw meminta kepada beberapa sahabat Anshar untuk menjemputnya. Ketika sampai Madinah, Rasulullah Saw sedang memimpin shalat berjamaah. Maka shalatlah mereka, namun Tsalabah ra masih dengan rasa berdosanya, memilih shaf paling belakang. Ketika ia mendengar ayat Qur'an yg sdg dibaca Rasul Saw, ia seketika pingsan. Selesai shalat, Rasulullah Saw membangunkannya dan menanyakan perihal dirinya.
"Apa yg menyebabkan kau pergi dariku?," tanya Rasul.
"Dosaku, ya Rasulullah," jawabnya.
"Bukankah aku pernah menunjukkan ayat yg dpt menghapus dosa dan kesalahan (QS.
2:201)?," tanya Rasul.
"Betul, akan tetapi dosaku teramat besar, ya Rasulullah," jawabnya.
"Akan tetapi, Kalam Allah itu lebih besar lagi," jawab Rasulullah Saw.
Saturday, July 23, 2011
Sharing Keliling
Adalah sebuah hari yang tidak kuduga kalau Allah akan mengantarkanku ke sebuah acara spesial hari itu. Awal pagi seperti biasa berbekal niat ingin mendapatkan ilmu di forum halaqoh dan doa yang selalu kuucap selepas doa ke luar rumah tiap kali pergi, ku mulai pagi itu dengan suka cita, “ Allah, ajari aku hikmah hari ini.” Meski juga pernah aku mendatangi halaqoh dengan semangat yang setengah-setengah (jangan ditiru).
Sebuah message masuk ke Redo, setelah tiga jam berlalunya agenda rutinku. Disusul dengan telpon, masih dengan orang yang sama, teman karibku, “Ikutan pelatihan blog yuk.” Tanpa berfikir lama ku jawab, “OK.” Why not? Toh karna hari itu juga jadwal harianku lagi kosong dengan agenda penting. Otakku perlu refresh, perlu diajak releks sedikit (belakangan mungkin agak tegang :D ) dan perlu sesuatu yang baru.
Aku menuju Gita Nanda, tempat dilaksanakan acara dan langsung disambut teman yang menelpon tadi. Btw, acaranya bernama Sharing Keliling: Foto, Video, Nulis yang di selenggarakan oleh salingsilang.com (penyedia fitur2, mesin, dan konsul apa saja yang diperbincangkan di internet juga menyediakan platform yang bisa digunakan oleh masyarakat dan komunitas untuk berinteraksi dan berkolaborasi) bekerja sama dengan Bleter.com (Komunitas Blogger dan netter Pontianak).
Monday, July 18, 2011
[Lirik] Jalan Masih Panjang
Cipt : Aden
Penyanyi: Edcoustic
Oh Jalan masih panjang terbentang dihadapan
Tak hanya sekedar dunia
Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu
Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita
Penyanyi: Edcoustic
Oh Jalan masih panjang terbentang dihadapan
Tak hanya sekedar dunia
Lihatlah kedepan yang lalu biar berlalu
Jadikan pemicu kalbu
Jalan hidup takkan pernah lurus
Pasti ada salah lewati segalanya
Tapi Tuhan tak pernah berhenti
Membuka jendela maaf untuk kita
Sunday, July 17, 2011
Bahagia di Sebuah Senja
Suatu senja di bulan Juli. Tiba-tiba perasaan ringan dan lapang menghampiri. Setelah menarik nafas. Berdoa. Ada senyum yang tertahan lama karna hati dibalut bahagia. Lega bisa melepas gundah dengan bersahaja. Mempersilakan semua kesedihan berlalu.
Ya. Tak ada yang perlu disedihkan pula dipikirkan, jika memang tak layak. Kecuali satu, kesalahan padaNya. Dan ketika menyadari bahwa semua dapat berubah begitu cepat. Karna waktu terus berlalu hingga mendorong impian mengembara ke perjalanan yang jauh, melambungkannya ke cakrawala.
Tersenyum dan percayalah. Sebab di hari ini dan mendatang hidup begitu berarti serta penuh kebahagiaan yang tak berkesudahan. Karna pun Dia senantiasa memaafkan, membuat diri berbaur dengan kesabaran kemudian mempertemukan dengan banyak hal yang lebih berharga.
Saat senja, kembali diri berjanji menulis bait-bait harapan dan menyimpan bahagia sepanjang hari, meraihnya sepanjang tahun-tahun yang kan dilewati.
>>menjadi sholeha di mataMu kadangkala begitu tak mudah.
Pontianak, 18072011.
Wednesday, July 13, 2011
Dalam Duka Dalam Suka, ALLAH Ada
…
di saat hampa hariku dan saat hampa hatimu
ku kan ada, ku di sana, menemanimu selalu
di saat hilang jalanmu dan saat hilang nafasmu
ku kan ada, ku di sana, menemanimu selalu
Begitu sampai pada reff lagu Letto berjudul “Dalam Duka” ini dan aku selesai mendengar Noe melepas bait-bait terakhir, ada yang sedang kurenungi. Awalnya otakku berfikir dari judul kemungkinan berkisah tentang seseorang yang sedang terluka. Setelah beberapa detik terdiam. Ternyata bukan.
Kuakui aku menyukainya. suka kata demi kata yang ada. Bagiku, indah keinginan akan kebersamaan yang tersirat dari penggalan lirik ini. Ada harapan, ada ketulusan dan ada kesetiaan. Paling tidak itulah yang kupikirkan dan seperti itu juga hidup yang kuusahakan berjalan. Ada banyak harapan meski sedikit ketulusan serta kesetiaan. Karna sangat banyak kesalahan.
Belum selesai sampai disini…
Thursday, July 7, 2011
[myBOOK] Long Distance Friendship
Alhamdulillah... antalogi kedua bersama teman2 sudah terbit ^__^
Long Distance Friendship
Penulis: Abrar Rifai, Fiani Gee, Naqiyyah Syam, dkk.
Kategori: True Stories
ISBN: 978-602-225-014-2
Terbit: Juli 2011
Tebal: 374 halaman
Harga: Rp. 67.700,00
Deskripsi:
Kisah tentang kisah nyata persahabatan di dunia maya. Persahabatan yang terasa nyata, walau tak pernah bersua secara wujud dalam kenyataan. Banyak orang yang menganggap bahwa pertemanan di internet melalui situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, Multiply dan lainnya, hanyalah pertemanan semu yang tak pernah akan menjadi nyata dalam kehidupan.
Buku ini menjawab ketidak yakinan tersebut. Betapa para penulis dalam buku ini menceritakan tentang keakraban mereka dengan teman-teman mayanya. Berbagai kemanfaatan mereka dapat dari teman-teman yang hanya bisa mereka lihat di layar komputer, silaturahim lewat status, tweet atau ngobrol di ruang chat.Saling mengirim hadiah, menasehati satu sama lain, memadu kasih, bahkan ada yang sampai mengubah keyakinan beragamanya. Setiap alur menjadi bukti pertemanan mereka. tiap tulisan telah mengungkapkan bahwa satu nama, telah menempati satu hati nun jauh di luar kota, pulau, bahkan luar negeri. Membuat setiap cerita menjadi luar biasa.Simak saja.
Jangan Lupa Pesan Di Leutika Prio :)
Kala Aku Tua
30 tahun dari sekarang. Aku sedang mengunjungi diriku sendiri dimasa tua. Menerawang ke kehidupan yang jauh. Tinggal di sebuah rumah yang hangat beraroma teh serta bercat ungu tak terlalu terang. Rumahku memiliki ruang bersama yang cukup luas dan foto keluarga di salah satu dindingnya. Lalu di luar, pekarangan penuh dengan bunga mawar yang semerbak.
Mungkin pendamping hidup sudah tiada. Anak-anak hidup di rumah berbeda bahkan di tempat yang jauh dariku, merantau mencari penghidupan dan memiliki keluarga sendiri. Suasana rumah lengang dan sunyi. Hidup sendiri.
Penglihatanku terganggu, aku berkacamata, berjalan perlahan dan sedikit rapuh. Bangun sebelum fajar serta berharap masih terus menunaikan kewajiban sebagai seorang hamba, sholat dan mengaji. Harapan lainnya adalah tak ada penyakit akut yang mengrogoti raga. Aku memasak di hari sangat pagi kemudian mencuci piring yang kotor. Membuat kue lalu menonton televisi. Melewati siang dengan buku bacaan dalam genggaman jari yang keriput. Atau sesekali juga masih terus menulis. Setidaknya mengirim email berisi rindu dan kabar kepada semua anak-anakku, sanak saudara dan kepada teman-teman. Aku melewati waktu sendiri.
Tuesday, July 5, 2011
[Poem] Warning by Jenny Joseph
Pernah bertanya-tanya seperti apakah kita saat tua nanti?
With a red hat which doesn't go, and doesn't suit me.
And I shall spend my pension on brandy and summer gloves
And satin sandals, and say we've no money for butter.
I shall sit down on the pavement when I'm tired
And gobble up samples in shops and press alarm bells
And run my stick along the public railings
And make up for the sobriety of my youth.
I shall go out in my slippers in the rain
And pick flowers in other people's gardens
And learn to spit.
You can wear terrible shirts and grow more fat
And eat three pounds of sausages at a go
Or only bread and pickle for a week
And hoard pens and pencils and beermats and things in boxes.
But now we must have clothes that keep us dry
And pay our rent and not swear in the street
And set a good example for the children.
We must have friends to dinner and read the papers.
But maybe I ought to practice a little now?
So people who know me are not too shocked and surprised
When suddenly I am old, and start to wear purple.
Jenny Joseph
Translate:
Sunday, July 3, 2011
20 Kiat Penguat Iman
Ya Muqallibal quluub, tsabbit qalbii ‘ala diinik
Ya Allah, Dzat yang membolakbalikkan hati, tetapkan hatiku pada Agama Mu
Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).
Kata Ibnu Qayyim, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.”
Al-Qur’an dan Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah swt. Seorang muslim yang ketika dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.
Sebab, Al-Qur’an berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang-orang yang berilmu.” (Fathir: 28). Karenanya, dalamilah ilmu-ilmu yang mengantarkan kita pada rasa takut kepada Allah.
1. Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran
Al-Qur’an diturunkan Allah sebagai cahaya dan petunjuk, juga sebagai obat bagi hati manusia. “Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra’: 82).
Kata Ibnu Qayyim, yang seharusnya dilakukan oleh seorang muslim untuk menyembuhkan hatinya melalui Al-Quran, “Caranya ada dua macam: pertama, engkau harus mengalihkan hatimu dari dunia, lalu engkau harus menempatkannya di akhirat. Kedua, sesudah itu engkau harus menghadapkan semua hatimu kepada pengertian-pengertian Al-Qur’an, memikirkan dan memahami apa yang dimaksud dan mengapa ia diturunkan. Engkau harus mengamati semua ayat-ayat-Nya. Jika suatu ayat diturunkan untuk mengobati hati, maka dengan izin Allah hati itu pun akan sembuh.”
2. Rasakan keagungan Allah seperti yang digambarkan Al-Qur’an dan Sunnah
Al-Qur’an dan Sunnah banyak sekali mengungkap keagungan Allah swt. Seorang muslim yang ketika dihadapkan dengan keagungan Allah, hatinya akan bergetar dan jiwanya akan tunduk. Kekhusukan akan hadir mengisi relung-relung hatinya.
Resapi betapa agungnya Allah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, yang memiliki nama-nama yang baik (asma’ul husna). Dialah Al-’Azhim, Al-Muhaimin, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Qawiyyu, Al-Qahhar, Al-Kabiir, Al-Muth’ali. Dia yang menciptakan segala sesuatu dan hanya kepada-Nya lah kita kembali.
Jangan sampai kita termasuk orang yang disebut ayat ini, “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi dan seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (Az-Zumar: 67)
3. Carilah ilmu syar’i
Sebab, Al-Qur’an berkata, “Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya ialah orang-orang yang berilmu.” (Fathir: 28). Karenanya, dalamilah ilmu-ilmu yang mengantarkan kita pada rasa takut kepada Allah.
Allah berfirman, “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9). Orang yang tahu tentang hakikat penciptaan manusia, tahu tentang syariat yang diturunkan Allah sebagai tata cara hidup manusia, dan tahu ke mana tujuan akhir hidup manusia, tentu akan lebih khusyuk hatinya dalam ibadah dan kuat imannya dalam aneka gelombang ujian ketimbang orang yang jahil.
Orang yang tahu tentang apa yang halal dan haram, tentu lebih bisa menjaga diri daripada orang yang tidak tahu. Orang yang tahu bagaiman dahsyatnya siksa neraka, tentu akan lebih khusyuk. Orang yang tidak tahu bagaimana nikmatnya surga, tentu tidak akan pernah punya rasa rindu untuk meraihnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)
