Friday, September 30, 2011
Saturday, September 24, 2011
Tumbuh
‘
Assalamu’alaykum…
Hai, aku hanya merasa kita sudah cukup lama tak berjumpa di sini, di rumah sisiungu-ku. Siapapun yang pernah singgah, ingin aku katakan terima kasih. Siapapun yang pernah membaca dan menjadikan blog ini sebagai tempat singgah sejenak dari kepenatan, mohon untuk mengambil yang baik lalu buang yang buruk. Klise, sebab aku pun tidak sempurna.
Lama kita tidak bertemu sebab dihari-hari kemarin ada banyak hal yang aku perbaharui dalam hati. Tentang penerimaan yang tulus atas setiap takdir dariNya saat segalanya telah berubah dan hal itu berawal dari pengalaman “sedih” lalu mendorongku melafazkan istighfar dan tasbih berulang hingga akhirnya membuat banyak perubahan dalam cara menjalani hidup yang cuma sekali. Dan tentang capaian-capaian hidup yang harus kukejar namun tetap memastikannya baik untuk dunia dan akhirat.
Bahwa ternyata berubah, menjadi siapa diri sendiri sebenarnya tak sesulit yang aku bayangkan. Mengunjungi beberapa tempat yang tak pernah kukunjungi, mengikuti berbagai acara yang dulu tak pernah kulirik, terlibat dalam beberapa komunitas, membuka diri pada orang lain dan menulis apapun yang kubisa. Kemudian memfokuskan diri untuk meraih semua keinginan dan harapan. Aku bertumbuh lagi.
Ini sebuah keterlambatan? Mungkin iya. Terlompat satu langkah (atau mungkin sudah bermil-mil) dari orang lain rasanya tidak menyenangkan bukan? Saat engkau bertanya mengapa baru tersadar dan menemukannya sekarang? Saat orang lain sudah laju melesat sedang engkau masih ditempat. Saat kau belajar banyak dan itu hanya dari satu peristiwa yang tak menyenangkan namun ternyata dari sanalah tumbuh kekuatan baru.
Ini curhat? Benar. Kadang aku perlu menjadikan diri sendiri sebagai objek. Karena kemudian dari menuliskannya aku dapat membandingkan apa yang masih ada dengan yang telah hilang, Agar aku memastikan bahwa aku baik-baik saja. Hingga aku mengerti bahwa yang aku miliki jauh lebih banyak daripada yang hilang.
***Allah..mohon karuniaMu. Agar sepulang dari rumahku ini selalu ada oleh-oleh kebaikan yang orang lain dapatkan dan aku pun menyadari betapa kecil diri dihadapanMu…
Pontianak, 24092011
VCY, sisiungu
Wednesday, September 21, 2011
Dua Wajah
Kini kuberdiri di muka rumah bercat hijau muda. Kupandangi teras sempit dihiasi mekar bougenvil berwarna putih dan merah, menjuntai bebas dari beberapa pot yang tersusun rapi. Rumah yang kutemukan denyut kehidupan ada disini.
Ada rindu di dua wajah yang kuakrabi bertahun-tahun…
Wajah pemilik mata yang seolah selalu mengatakan jadilah perempuan berhati tulus. Siapapun yang tak menyenangimu, melukaimu, menganggapmu tak berarti apa-apa, tak perlu membuatmu bersedih hati. Tetaplah rendah hati dan jadilah manusia penuh kasih. Serta untuk menjadi perempuan yang cantik. Kau tak harus memakai lipstik, pemerah pipi, maskara dan eyes shadow namun pelihara hatimu dari kebencian kepada orang lain.
Dua wajah yang tampak begitu bahagia. Menyambut kehadiranku dengan senyum lalu tangan yang menggenggam erat jemariku saat kucium punggung jari-jarinya. Kemudian satu-satu mencium pipi kanan dan kiri. Mengusap kepalaku dengan lembut.
Allah, Engkau yang tahu, selama ini ada rindu meletup-letup yang kusimpan diam-diam. Kini dua wajah itu tampak lebih tua. Namun satu hal yang tak pernah hilang. Ketulusan selalu mudah kutemukan. Bahagia sekali memiliki mereka. Dua wajah yang selalu dapat menerima tiap kurang dan lebihku.
Pontianak,
VCY, sisiungu
Friday, September 16, 2011
Selamat Idul Fitri 1432 H
Hidup hanya sekali
Dosa jangan ditambah
Amal jangan dikurang
Cinta jangan dibagi
Gugur bunga karena layu, gugur iman karena nafsu
Taqoballahu minna wa minkum
Semoga amalanku dan dirimu diterima
Selamat Idul Fitri 1432 H
^___^
Subscribe to:
Posts (Atom)


