Friday, March 30, 2012

Aku Tidak Tahu




Mengapa kita selalu menganggap bahwa tersenyum lebih baik dari menangis? Padahal keduanya saling melengkapi dan berbagi. Lalu kita pun terus percaya sampai usia menua. Mengajari anak-anak kita dengan cerita yang sama, mengatakan kau tidak boleh menangis tanpa pernah bertanya sebab bening-bening itu mengapung dipelupuk mata indahnya.

Karenanya ada saat ketidakmengertian yang hanya perlu kau diamkan tanpa perlu terus kau pertanyakan. Dan menganggap suatu hari biarlah jawaban yang mengatakannya sendiri padamu,  atau… sampai senja kesekian kita memang tak pernah menemukannya, kita hanya perlu yakin. Tak lebih dari itu.

Dari sanalah kemudian aku mengajari diri untuk tidak angkuh, lantas apakah salah jika berkata, “Aku tidak tahu.”


*maret, saat malam menjelma dingin dan hujan sedang merapat ke sisi jendela.
  VCY, sisiungu.

Wednesday, March 28, 2012

Kritis Terhadap Media





Ketika sore (28/03) saya diminta bantuan untuk  ikut mengantar orang tua sahabat saya ke praktek fisioterapi. Sambil menunggu antrian terapi kami menonton TV yang memang sudah dinyalakan di ruang tunggu. Petang itu channel berpusat di salah satu stasiun televisi ternama dengan program berita. Tentu kebanyakan kita sudah mengetahui kabar terhangat yang disajikan saat ini yaitu rencana kenaikan BBM terhitung 1 April.


Dalam program tersebut ditampilkan tiga orang narasumber. Salah seorang dari perwakilan komite mahasiswa, seorang perempuan dengan amanah sebagai kepala buruh yang sehari sebelum bersama ratusan buruh juga turut melakukan aksi protes dan terakhir dari pihak kepolisian (saya lupa beliau berpangkat apa).


Sambil terus menonton dan menyimak pembicaraan antara ketiga orang narasumber yang didampingi dua orang pembawa berita, ada yang pelan-pelan saya amati yaitu pembicaraan yang sedikit bergeser dari gagasan antara mahasiswa dengan pihak kepolisian.  Titik tekan mahasiswa tersebut menyayangkan  sikap kepolisian yang memblokade jalan menuju istana kepresidenan sehingga terjadi bentrokan. Saya tidak tahu  apakah karena pertanyaan yang sengaja diajukan oleh pembawa berita untuk menggiring ke masalah “pemblokade-an”. Bagi saya ternyata hal itu tidak jelas kemudian lama-lama membuat pembicaraan menjadi kabur dari gagasan seharusnya yaitu “kenaikan BBM” (ini cuman pendapat saya). Ditambah hal yang menggelitik adalah pemilihan nara sumber yang bukan dari perwakilan pemerintah malah dari pihak kepolisian.


Kita sadari dalam merespon berita setiap orang dapat berbeda-beda. Seperti halnya antara saya dan orang lain saat itu. Satu orang bisa merespon dengan biasa saja atau orang lain menyambutnya dengan histeria. Bisa juga sebaliknya. Kemudian saya tertarik dengan pertanyaan pembuka tulisan Fakta di Media oleh Edi Santoso seorang dosen dan master dalam bidang komunikasi, “Sungguhkah hidup kita diatur oleh media massa?” Bisa jadi benar, tapi juga mungkin tidak. Bagi kita yang terkesima dengan peranan media dominan sebagai penyedia informasi pertanyaan itu mungkin akan kita anggap benar. Seperti sejak bangun tidur langsung menyalakan televisi, membaca koran, membuka internet dan lain-lain.


Media sebenarnya hanya menawarkan gagasan yang di kemas, pembicaraan atau topik-topik yang diarahkan, termasuk dalam pemilihan narasumber serta kemudian menambahkan hal-hal yang kadangkala tidak substansi, demi tujuan “kepopuleran”. Selebihnya hak kita untuk menarik kesimpulan atas opini atau berita yang disajikan. Selain itu keterbatasan media dalam menampung berbagai pendapat dari luar.


Dan itulah mengapa kadangkala saya melakukan sedikit “diet” terhadap informasi. Seperti lebih menikmati film kartun ketimbang menonton berita atau membaca koran (hehe, pembenaran ya J) Kenapa perlu diet? Berita ditelivisi sering sama setiap pagi. Masih seputar kriminalitas, korupsi, kompetisi dan pornografi. Dilanjutkan lagi dengan infotainment, mengumbar aib makhluk yang jelas-jelas tidak penting untuk masa depan penonton maupun pembaca. Media berkompetisi senjatanya opini.


Namun bukan berarti bersikap anti terhadap media. Tentu media tetap penting untuk pengayaan ide juga menyambungkan kita pada peradaban hanya saja ada benarnya untuk bersikap kritis dalam menilai, melihat, menakar terhadap apa yang ditawarkan oleh media.


Wallahu’alam.

#maret
Vitha Civtany Yolandary


Tuesday, March 27, 2012

If i die



"If I die.."

Sunday, March 25, 2012

Rindu dan Kenangan


                                                    by tony armstrong

Kadang waktu tak pernah membekukan kenangan meski bertahun-tahun peristiwa telah lewat,

ada mimpi yang terus berkelebat diantara potongan malam pada lelaki berkoko putih yang hanya bisa kulihat dalam foto-foto yang diam,

lalu perempuan pemilik hati seribu kuntum bunga yang senantiasa berdoa dan mengajari melewati hari; jadilah kuntum yang selalu tumbuh..

dari sanalah mendung di pelupuk mata tertahan pada kerinduan,
di ujung percakapan dan ingatan akan ucapan yang selalu melepas doa ke angkasa,

dan diantara seluruh kenangan yang beralih mundur,
semoga saja masih ada jejakku yang membuat wajahmu menjadi jernih dan tenang

kau pun pasti merindu pada tiap mata yang teduh bukan?

#maret
VCY, sisiungu

Monday, March 19, 2012

Bunga Kehidupan


                                                                          summer flowers by the Rideau River

Aku di sini, di sudut mulut jendela
sedang menanam segala kegembiraan kala kabut pagi mengambang
dan berharap saat matahari mulai merekah di timur
ia tumbuh menjadi bunga-bunga kehidupan

tiada yang kusesalkan
telah lupa aku pada hati yang digulung kesunyian
tak pula takut pada kesendirian
sebab jauh sudah kupercaya tak seorangpun ingin berdiam dalam rumah berdebu
serta pintu dan jendela yang terkatup rapat tanpa cahaya

dan bila kau pun bertanya
dalam riak takdir yang kusyukuri kini 
keikhlasan menjadi jawaban

maka kenanglah suatu hari
aku perempuan yang pernah mengusap bulir air mata dengan ujung kerudung
lalu merelakan tetes-tetes itu menggenang di tapuk
kini melebur pada sesuatu yang dipahami
sepanjang perjalanan kembali
Tuhan selalu memberi kasih tak bertepi

Kemudian adakah ini katamu sebuah kesia-siaan?


#maret
VCY, sisiungu.

Saturday, March 17, 2012

Keadilan Perempuan dalam Islam




Kali ini cuman ingin men-share apa yang pernah saya twitkan. Sekedar hal-hal yang saya pahami dalam buku (kalo gak salah) Antara Imperealisme Perempuan Barat dan Keadilan Perempuan dalam Islam. Semoga mencerahkan pemahaman kita :)

1. Pendidikan merupakan sarana efektif untuk merealisasikan tipu daya, agar maksud dan tujuan Barat dapat terealisasi #perempuan

2. senjata ini digunakan dengan cara meracuni pikiran dan jiwa kaum perempuan, shg mereka phobi terhadap islam dan segala ajarannya.#perempuan

3. oleh karena itu dibangun sekolah perempuan oleh kaki tangan imperialisme #perempuan

4. Barat mbentuk opini kaum, bhw Islam tdk memperlakukan kaum perempuan secara adil dan manusiawi, dan tdk mmperhatikan hak-hak #perempuan

5. setelah itu,org2 Barat menunjukkan alternatif solusi bhw ajaran dan hukum Barat merupakan satu2nya ajaran yg sanggup & memelihara hak#perempuan secara utuh

6. Metode tersebut cukup ampuh. Kaum Muslimin mulai mengalami degradasi kepribadian atau broken personality #perempuan

7. #perempuan berperan utama dlm pendidikan anak2 dan generasi mendatang, shg Barat memanfaatkannya utk menanamkan ideologi dan pendidikan.

8. "Islam memperlakukan tidak adil", dlm pndangn ini kaum Muslimin terpecah mjd 2: klpk pertama yg tdk brhubungan dgn islam selain formalitas.

9. klpk ke2,memiliki pndangan yg kuat thd islam dn ajaranya tp ttp jg mpercayai pandangn Barat yg pmbelaanya lbh dialektika emosi dibanding rasional

10. Kondisi diperparah, dg anggapan sebagian umat Islam bhw #perempuan di Barat memiliki kemerdekaan, hak terjamin, dan bisa menikmati eksistensi.

11. skrg, mari bicara ttg kedudukan #perempuan yg sesungguhnya dlm islam dan bukan merupakan pembelaan kamuflase.

12. a. Hak hidup: hak hidup mrupakan hak lelaki dn perempuan secara setara. Nabi Muhammad dlm salah satu sabdanya pd perang Hunain

Thursday, March 15, 2012

Sakinah Bersamamu



 Cinta bukanlah mencari pasangan yang sempurna, 
tapi menerima pasangan kita dengan sempurna


Senang sekali dapat paket kiriman buku “Sakinah Bersamamu” by. Asma Nadia dari Mba Melly Syafiie di Ciputat, seorang Ibu rumah tangga yang ramah dan friendly. Belum lama saya kenal beliau lewat socmed facebook. Kiriman ini berawal dari cerita keisengan saya bulan kemarin yang  bikin status mencari buku Sakinah Bersamamu di Gramedia Pontianak namun ternyata sudah habis. Dan Alhamdulillah hari ini keinginan itu dikabulkan oleh Allah melalui Mba Melly yang memberi secara gratis.

Trims mba Melly, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang lebih J

Wednesday, March 14, 2012

Senandung Senja


Sampai lewat senja aku bersenandung
sepanjang satu jam setengah ini
terbiasa mengeja semburat cahaya sendiri
diantara permainan menebak yang tak menyenangkan
seperti saat kau tak tepat berada di hadapanku
mencoba bertanya apa yang sedang kusenandungkan
meski kau punya telinga sempurna namun tak jua bisa menyusun kata
sebab kita jauh, terlalu jauh dan tak ada alat penghubung kecuali hati

sampai lewat senja
aku bergumam jelas kadangpun tidak
tapi, hei ini adalah sebuah keceriaan yang kutemukan
pada langit yang membentang
silahkan kau mereka-reka wujudnya
pada jingga
lembutnya
karena aku tak ingin mengambil potret sederhana dari mataku
biarlah imajinasi bermain di celah matamu sendiri
atau pada sisa-sisa kelelahanmu
karena potret-potret itu tak pernah mampu menyamai keajaiban mata kita

sampai senja aku bersenandung diantara redup cahaya
mengukir cerita dengan sepenggal senyum
yang kutemukan di kotak-kotak kenangan
bahwa tak perlu menyerah pada keadaan
saat hati  merindu kehidupan.


#maret
VCY, sisiungu,

Monday, March 12, 2012

Bebas



Ketika kita mencapai titik kulminasi kejenuhan,
siapapun kita pasti menginginkan kebebasan

Saat tidak ada siapapun yang menguasai kita,
saat kita tidak terikat kepada apa dan siapapun.

Maka terpikirlah oleh kita bahwa kebebasan hakiki adalah:
Saat hanya ada Aku dan Allah, saja.

(Mba Melly Syafiie)


Sunday, March 11, 2012

Kembali [lagi]

                                                           by: kaybee07


Dan hari ini, hujan rintik-rintik..

Ada hati yang gaduh, sepanjang mata memandang hanya ada penyesalan yang mengendap-ngendap. Ia telusuri, kadang diri rela menukar harga ketenangan dengan kesalahan.  Lalu menggununglah kealpaan, harusnya mengais ampunan.

Namun waktu tak kan bisa kembali. Saat sudah tertulis kesalahan. Bertambahlah kegelapan dalam hati. Hanya ada keyakinan yang menghiasi bahwa bukankah Dia Maha Pengampun? Dan berharap semenjak purnama kali ini ia ingin melihat segala sesuatu bukan lagi dengan matanya namun jiwanya.

Bertanyalah ia pada diri sendiri. Tentang semua keinginannya. Tentang semua pengorbanan yang tak sebanding dan sebesar perempuan-perempuan tangguh berpribadi sahaja. Bercerminlah ia pada Ibunda Khadijah, Aisyah, Asma, pada Fatimah, perempuan pemilik hati menawan.

Kemudian lahir kalimat mengiba dari mulutnya, “Betapa perjalanan menuju sholeha tidak sepanjang telapak tangan ini, lebih..masih teramat panjang.”

“Tuhan..masih adakah hari esok untukku kembali padaMu?”

Pada malam yang larut hujan rintik-rintik,

Sampai mata mulai merapat akhirnya ia memilih diam dan kembali berjanji untuk tetap menuju baik meski perlahan, meski dengan segala kesederhanaan kemampuan yang ia miliki karena ada Dia yang menemani jika ia terus meminta. Sebabpun hidup terlalu tanggung jika memilih menjadi seseorang yang tak berarti.


#maret.
VCY, sisiungu.

Friday, March 9, 2012

Pernahkah kita merasakan suasana ini?



Jika kita seorang beriman.
Harusnya kita bisa merasakan kebahagiaan saat sholat.
Jika kita orang beriman seharusnya kita merasa tenang dan teduh saat membaca lembar demi lembar Al Quranul Karim
Atau saat bermunajat dan berdoa kepada Allah SWT
Jika kita orang beriman,
seharusnya kita senang memberi kebaikan kepada orang lain…

Semoga Allah merahmati Ibnu Taimiyyah yang mengatakan, ‘’Aku adalah syurgaku. Tamanku ada di dalam dadaku. Kemanapun aku pergi, surga dan tamanku ada bersamaku, tak pernah berpisah dariku. Penjara bagiku adalah kesempatan berkhalwat dengan Rabbku, kematian bagiku adalah mati syahid, pengasingan bagiku dari negeriku adalah wisata.”

(M. Lili Nur Aulia-dalam majalah Tarbawi Edisi 211 Th.11, Ramadhan 1430)


#maret 2012
*saat Raihan melantunkan Damba CintaMu berulang-ulang sementara hati merasa betapa amal ini masih jauh dari baik dan banyak :’(

VCY, sisiungu

Wednesday, March 7, 2012

my BOOK [Ekspresi Cinta Untuk SBY]




DATA TEKNIS BUKU

Judul : Ekspresi Cinta Untuk SBY (E-CUS)
Penulis : Jamaah Fesbukiyah - PNBB
Pengantar : Rohman Budijanto - Direktur Jawa Pos Institute Pro Otonomi
Penerbit : Insaf Media Grup - As-Shaff
ISBN : 979-26-1909-7
Tebal : 220 Halaman
Harga : Rp. 40.000


Buku Antologi Kedua ini adalah buku kedua karya Jamaah Fesbukiyah yang tergabung dalam Group PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng). 


Terbitnya buku ini jauh dari kesan sebuah 'skenario politisasi'. Justru sebaliknya, buku yang ditulis oleh beberapa penulis, baik pemula maupun senior dan terdiri dari latar belakang yang beragam menjadikan buku ini sangat 'renyah' dinikmati. Apalagi jika dikait-kaitkan dengan situasi terkini dari serunya gonjang-ganjing 'partai biru' yang menjadi pengusung Presiden SBY. 


Sungguh, buku ini semata-mata lahir dari rasa kebangsaan dan nasionalisme yang tinggi yang kemudian di wujudkan dengan rasa hormat dan cinta kepada seorang Kepala Negaranya.

Isi buku ini tidak serta merta memuja-muji beliau, bahkan sangat kritis terhadap segala kebijakan serta gaya kepemimpinannya yang terkesan 'lembut' dan melankolis. 

Bahasa penulisan yang di 'hidangkan' dalam buku ini pun tidak di rekayasa semanis madu tapi juga tidak sepahit racun. Semua di sampaikan oleh penulis dengan karakter masing-masing yang melekat. Ada yang mengajak Pak SBY, begitu biasa kita mendengar panggilan beliau, untuk sehari cuti menikmati fasilitas Spa dan Salon. Atau ada yang berteriak keras tentang mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan di negeri yang kaya raya akan hasil bumi dan alamnya. 

Melalui buku ini kami -para penulisnya- sedang belajar memberikan karya yang mudah-mudahan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Kami tidak ada sedikit pun ingin di puji apalagi ingin masuk dalam jajaran kabinet menteri. Cukup, menulis adalah jalan kami. 

Salam berkarya bagi negeri! 

***

Tuesday, March 6, 2012

Aku akan Selalu Sama


“Maka sucilah buku sebagaimana suci jiwa yang menuangkan inspirasinya. Maka abadilah buku sebagaimana abadinya niat suci penulisnya. Meski mereka masih manusia. Ada salah ada lupa.”
(Salim A. Fillah)


Aku akan selalu sama; belajar untuk memberi jika ku yakin itu baik.
Meski kita tak sama dalam memandang suatu hal atau bahkan berseberangan.

Aku akan menulis; jika itu memang baik.
Saat aku tersadar untuk tidak menutupinya bila ada kebaikan yang bisa kubagi. Bahwa ada yang kemudian merasa lega dengan semuanya. Ada pula yang berterima kasih sedang diri sendiri selalu berkata, “Sungguh.  Sebetulnya aku sedang mendidik jiwaku sendiri.”

Disaat yang sama kadangkala aku menyimpan takut. Jika mulut ini sudah terlalu banyak berbuat salah maka kuharap segala hal yang kutulis cukuplah memberimu rasa nyaman bukan kegerahan. Semacam angin segar yang membuat rongga dadamu lapang saat kau berada di hari yang terik. Sebentuk amal yang aku pun bertanya adakah semua kata berbilang pahala. Atau malah membuat Tuhan murka. Sebab segala hal yang ditulis punya peluang menjadikannya baik atau buruk. Maka apakah yang kau pilih?

Aku akan selalu sama; menulis untukku, untukmu.
Karena menulis selalu lebih membuatku merasa senang dan bahagia dibanding harus duduk manis didepan microfon kala siaran dengan suara tertata sementara jauh di dasar hati sana ada “ketidak-plong-an”. Walaupun keduanya punya tujuan yang sama yaitu memberi. Ini hanya pilihan yang kuberikan pada diri sendiri. Maka aku kan lebih memilih menulis apa yang kuingin..

Dan semoga “sisiungu” bukan hanya sebuah keberadaan, namun lebih dari itu. Belajar memberi jika kuyakin itu baik untukku juga untukmu.


#maret
VCY, sisiungu.

Saturday, March 3, 2012

Aku Rusukmu


Kala nafas sekejapan mata
aku tak ingin menjadi mentari yang menemanimu hingga senja
barangkali ia telah penat menebar cahaya
tak juga ingin menjadi senja yang menyimpan warna jingga di cakrawala
lihatlah ia kan hilang ditelan gulita

Aku tak serupa hujan yang kadang berirama kesedihan
lalu lupa mengisi dadamu dengan kebahagiaan
Aku tak seperti pelangi
lengkungan pita indah namun ada hanya sesekali

Aku bukanlah mentari, senja, hujan, pelangi
Aku rusuk
yang melindungi hati dan jantungmu
yang kan terus menemani dengan doa-doa


by. Vitha Civtany Yolandary

*Diikutsertakan dalam lomba Wedding Poetry.

Sepasang Sayap


Hai, Sepasang Sayap ini saya posting kembali, sebenarnya mau diikutsertakan dalam lomba Wedding Poetry-nya Ivonie, eh gak jadi. Tiba-tiba ragu, he..alasan gak penting ya. Oh iya, beberapa kalimatnya ada yang saya edit kembali. Itupun kalo teman-teman masih ingat J Selamat menikmati J


Sepasang Sayap

Kala senja jika kita bertemu diantara awan berwarna jingga
kan kubagi kisah-kisah pendek namun membahagiakan
kita saling mengenal dengan senyum tipis lalu saling bertukar mimpi
namun hidup bukan hanya tentang hari aku dan kamu
tapi juga tentang harapan agar kita tumbuh menjadi baik
tuk berikan kebaikan kepada orang lain

nanti…
saat usia tergerus oleh waktu
hidup terlalu singkat untuk mempertentangkan perbedaan
maka biarlah kita sambut semua dengan suka cita

kita ibarat sepasang sayap
tak bisa melintasi cakrawala jika tak bersama
tak seimbang jika ayunannya tak seirama
di jalanNya lah kita saling menjaga
menjadikan iman sebagai nakhoda

hingga suatu kali kita belajar mengerti
pertemuan di dunia tak abadi
kecuali pada hati yang menyimpan taqwa
kan bawa kita menaiki tangga ke syurga


VCY, sisiungu