Monday, March 15, 2010

Kupinta KebaikanMU

Kupinta KebaikanMU


Hei, dunia
jangan kau renggut hatiku
dalam ruang petak tak kokoh
dan hari- hari yang berisi galau memagut-magut
mencengkram jiwa di sebalik dosa-dosa


Jadikan gerimis tumpah diwajah sekaku batu
menjadi bait-bait ampunanMU
karna berjuta kata yang tak bisa menampung lagi
dan waktu yang mentertawakan


Tuhan, tak lagi kutunggu wajah senja
semburat merah muncul diangkasa
sampai kabut pagi yang menambahi
menyeruak berpendar-pendar


dengar, dengar senandungku yang semakin tergugu gemetar,
“Hasbiyallah laa ilaaha illallah alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul arsyi azhim”


Pontianak, 16.03.2010
Senja berpelangi, disini aku berhenti menemui dan menangis pelan-pelan.

3 komentar:

phenk! said...

Jika membaca buku Al-Hikam nya Ibn Attaillah, maka kita akan tahu makna meminta kepada-Nya...

Vitha Yolanda said...

wah saya belum pernah baca buku itu bang.

MR. Adhe Quthb said...

dunia terkadang, begitulah... :)