Saturday, November 13, 2010

Hujan dalam Komposisi


Puisi Hujan dari Penyair favorit saya :)
Sapardi Djoko Damono




Hujan dalam Komposisi, I
“Apakah yang kautangkap dalam suara hujan,
Dari daun-daun bugenvil basah yang teratur
Mengetuk jendela?Apakah yang kau tangkap
Dari bau tanah, dari ricik air
Yang turun di selokan?”
Ia membayangkan hubungan gaib antara tanah
Dan hujan, membayangkan rahasia daun basah
Serta ketakutan yang berulang
“Tidak ada. Kecuali bayang-bayangmu sendiri
Yang di balik pintu memimpikan ketukan itu,
Memimpikan sapa pinggir hujan, memimpikan
Bisik yang membersit dari titik air
Menggelincir dari daun dekat jendela itu
Atau memimpikan semacam suku kata
Yang akan mengantarmu tidur.”
Barangkali sudah terlalu sering ia
Mendengarnya, dan tak lagi mengenalnya

Hujan dalam Komposisi, 2


Apakah yang kita harapkan dari hujan? Mula-mula
ia di udara tinggi, ringan, dan bebas; lalu
mengkristal dalam dingin; kemudian melayang
jatuh ketika tercium bau bumi; dan menimpa
pohon jambu itu, tergelincir dari daun-daun,
melenting di atas genting, tumpah di pekarangan
rumah dan kembali ke bumi
Apakah yang kita harapkan? Hujan juga jatuh di
jalan yang panjang, menyusurnya dan tergelincir
masuk selokan kecil, mericik suaranya
menyusur selokan, terus mericik sejak sore,
mericik juga di malam gelap ini, bercakap
tentang lautan
Apakah? Mungkin ada juga hujan yang jatuh di
lautan. Selamat tidur.


Hujan dalam Komposisi, 3


dan tik tok jam itu kita indera kembali akhirnya :
terpisah dari hujan


1 komentar:

Sapphire said...

hujan...sll ada kisah mengapung ketika rinainya merintik mengetuk-ngetuk palung hati yang bersenandung...senandung hujan...