Wednesday, April 27, 2011

Ayahku



Kalau kau bertanya siapa lelaki paling lembut dalam hidupku, dia adalah ayah. Bahasa didikannya tak pernah dengan mencubit atau sekalipun memukul hingga aku dewasa. Dia mengajariku dengan sedikit bahasa kata dan laku.

Kalau kau bertanya siapa lelaki paling penyayang dalam hidupku, dia adalah ayahku. Ayah sering mengajari satu dua lagu semasa kami kecil dan yang kuhapal betul sampai kini adalah Bunda Piara. Lalu seperti hari-hari biasanya beliau akan merekam suara kami, ketiga anak perempuannya dengan tape recorder sederhana yang digunakan untuk merekam berita nasional di televisi karena kala itu beliau adalah seorang pegawai kantor Penerangan. Kemudian akan kami dengarkan bersama sambil tertawa.

Ayah juga adalah seseorang yang selalu ringan tangan membantu pekerjaan-pekerjaan dapur ibu. Meskipun kebanyakan orang menyepakati bahwa pekerjaan domestik adalah tugas perempuan. Namun jelas sekali terkadang ayah terlihat menyelaraskan diri untuk saling berbagi beban meskipun ia telah berkutat dengan pekerjaan kantornya. Lalu ketika saat ini, ketiga anak perempuannya tak sedang tinggal di satu rumah yang sama, kemudian adik lelaki kecil yang hadir berbelas tahun kemudian dan masih selalu menikmati waktu bermain sampai senja, serta ketika ibu sakit, ayah tak segan mencuci pakaian dan piring, mengepel teras rumah yang sempit dan selalu menyiram bunga-bunga yang jarang sekali kuperhatikan.

Ayah, seseorang yang pandai menyembunyikan perhatiannya dengan diam-diam. Hal itu kadang membuat aku berfikir ayah selalu tampil cuek. Namun setiap kali aku melihat foto ayah sedang memeluk pundakku, aku terus yakin tak ada ayah yang tak menyayangi anaknya. Dari sosoknya aku belajar bahwa ketika hati sudah menyayangi dan mencintai tak perlu banyak kata, lakukan apa yang bisa kita lakukan dan berikan apa yang  menurutmu itu yang paling baik. Dan hari ini, kembali ibu harus berada di salah satu ruang rumah sakit sedang terbaring lemah, ada seseorang yang juga kukhawatirkan kelelahannya, dia adalah ayah, lelaki bermata lembut yang memiliki cinta dan kasih sayang yang begitu tulus.


Pontianak, 27 april 2011
I miss you dad. May Allah bless you and mom…

2 komentar:

Lukisan Senja said...

ayah selalu menjadi tempat aku bersadar,menjadi tempat berlindung kala aku menemui masalah dimasa-masa silam kala aku masih kecil.ayah selalu menjadi inspirasi semangatku dalam setiap jalan hidupku..aku selalu meneteskan air mata kala mengingatnya karena cinta yang penuh di hatiku untuknya...ayahku ..ayah juara 1 sedunia...

Sisi Ungu said...

Keikhlasan seorang ayah juga punya nilainya sendiri :)