Tuesday, August 2, 2011

Kaca si Mata



Di hari siang, beberapa waktu lalu, aku merasa perjalanan menuju optik terasa lamban. Ini yang kedua kalinya namun pergi sendiri. Ngapain? Ya tentu saja ada hubunganya sama mata, bukan sama pendengaran, he^^ Yang kedua ini aku hendak memesan lensa.

Kali pertama aku sekedar menemani teman yang ingin memesan lagi kacamata. Temanku ini sebelumnya memang sudah berkacamata namun kacamatanya hilang. Sedang waktu itu aku hanya ingin memeriksa mataku yang kian hari kian mengabur. Aku menerka karena punya kebiasaan jelek, semenjak dulu sampai kini hampir selalu sebelum tidur membaca buku dengan posisi berbaring. Dan akhir-akhir ini sering menatap monitor.

Ada sebagian orang berpendapat, sebuah stereotip lama bahwa tampil berkacamata memberi kesan lebih cerdas (kalo aku mungkin kebanyakan gak cerdasnya :D) dan lebih kelihatan stylish. Ada juga yang mengatakan, kalau seseorang yang berkacamata adalah si kutubuku, kuper dan dianggap lebih lemah secara fisik (menebak2 mungkin tepatnya aku golongan yang ini, he..). Pendapat lain dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset One Poll untuk London Vision Clinic menyebutkan, kacamata membuat orang tampak lebih tua tiga tahun. Namun sebenarnya semua itu tergantung kita juga dalam memilih kacamata agar pas dengan bentuk wajah.

Menuju optik, aku berfikir sendiri. Terlepas dari pendapat-pendapat tersebut. Sejujurnya aku lebih ingin tak berkacamata. Tak begitu nyaman kadangkala harus memakai alat bantu penglihatan ini dan harus menambah sebuah riasan di wajah. Kasihan sudah diberi dua mata sama Tuhan, masih nggak cukup ^^.

2 komentar:

Jaen l Arifn said...

ada pilihan lain dengan fungsi sama, lensa kontak.
bisa dipertimbangkan :-)

sisiungu said...

Resikonya mata bisa iritasi kalo pake lensa kontak.