Tuesday, March 6, 2012

Aku akan Selalu Sama


“Maka sucilah buku sebagaimana suci jiwa yang menuangkan inspirasinya. Maka abadilah buku sebagaimana abadinya niat suci penulisnya. Meski mereka masih manusia. Ada salah ada lupa.”
(Salim A. Fillah)


Aku akan selalu sama; belajar untuk memberi jika ku yakin itu baik.
Meski kita tak sama dalam memandang suatu hal atau bahkan berseberangan.

Aku akan menulis; jika itu memang baik.
Saat aku tersadar untuk tidak menutupinya bila ada kebaikan yang bisa kubagi. Bahwa ada yang kemudian merasa lega dengan semuanya. Ada pula yang berterima kasih sedang diri sendiri selalu berkata, “Sungguh.  Sebetulnya aku sedang mendidik jiwaku sendiri.”

Disaat yang sama kadangkala aku menyimpan takut. Jika mulut ini sudah terlalu banyak berbuat salah maka kuharap segala hal yang kutulis cukuplah memberimu rasa nyaman bukan kegerahan. Semacam angin segar yang membuat rongga dadamu lapang saat kau berada di hari yang terik. Sebentuk amal yang aku pun bertanya adakah semua kata berbilang pahala. Atau malah membuat Tuhan murka. Sebab segala hal yang ditulis punya peluang menjadikannya baik atau buruk. Maka apakah yang kau pilih?

Aku akan selalu sama; menulis untukku, untukmu.
Karena menulis selalu lebih membuatku merasa senang dan bahagia dibanding harus duduk manis didepan microfon kala siaran dengan suara tertata sementara jauh di dasar hati sana ada “ketidak-plong-an”. Walaupun keduanya punya tujuan yang sama yaitu memberi. Ini hanya pilihan yang kuberikan pada diri sendiri. Maka aku kan lebih memilih menulis apa yang kuingin..

Dan semoga “sisiungu” bukan hanya sebuah keberadaan, namun lebih dari itu. Belajar memberi jika kuyakin itu baik untukku juga untukmu.


#maret
VCY, sisiungu.

2 komentar:

thekupu said...

Sama kk. Dini juga lebih sering "Menulis note to self". Alhamdulillah kalo bermanfaat untuk orang lain juga :)

sisiungu said...

iya Din, menulis dengan ide yg lebih dekat dan kita alamai sendiri kadang2 itu jauh lebih bermakna, plg tidak utk diri sendiri :)