Showing posts with label Fiksi sisiungu. Show all posts
Showing posts with label Fiksi sisiungu. Show all posts

Wednesday, May 18, 2011

Fiksi SisiUngu [Nama Yang Tepat]




Nama Yang Tepat



Treet..
Hapeku bergetar, muncul satu pesan.
“Aku pengen ketemu siang ini bisa nggak?”
“Tumben, rindu aku ya?”
“Lebih dari itu, there is a good news.”
“Huaa..kamu mau nikah ya Ti!”
“Haha..kamu kok pinter amat sih nebaknya. Iya, aku mau nganter undangan.”
“Jam 12.10 ya, aku lagi banyak kerjaan kantor nih. Kita makan siang bareng, gimana?”
“Oke, di Wong Kito.”
“Baiklah, Ti manis :)”

***


Wednesday, March 23, 2011

Fiksi sisiungu [ Tamu Hati ]


Tamu Hati


” Apa keputusanmu?”

“Sudah tiga kali Bi Aini dan paman menanyakan perjodohanmu dengan Adam.”

“Masih bingung.” Aku memandang Ibu ragu.

“Ibu dan Bapak tak ingin memaksa.”

“Pikirkan baik-baik, kamu yang akan menjalaninya.” tambah ibu lagi sebelum meninggalkan kamarku.

Aku terdiam sejenak. Kalaupun akhirnya aku menolak perjodohan ini tentu harus dengan cara yang paling baik. Karena menyangkut hubungan dua keluarga dekat. Bi Aini adalah sepupu Bapak.


***


Lama sudah tak bertemu Adam. Sosok agak pemalu yang kukenal dari SD bahkan di tahun-tahun awal remaja. Ketika SMP dan SMA kami masih satu sekolah, pernah sekelas tapi tak pernah sekalipun akrab. Waktu SMA, Adam tergabung dalam grup band sekolah. Biasanya ia bersama teman-temannya nongkrong di kantin Bi Nonong lalu sembunyi-sembunyi mengepul asap rokok takut ketahuan guru.

“Bagaimana Vey? tanya tante Ririn, adik ibu yang paling ribut.

“Adam untuk Tante aja.” Aku tersenyum geli sembari membetulkan letak jilbab lalu meraih remote memindahkan saluran televisi.

“Hahaa…trus om Saiful?” ia yang duduk di sisi kiri menepuk pundakku.

“Apalagi yang kamu pikirkan? Danang yang sholeh itu juga kau tolak ”

“Namanya juga bukan jodoh.” Jawabku klise.

“Masalah pernikahan bukan hanya siapa yang akan menjadi suamimu, tapi juga bagaimana kamu mampu bertahan didalamnya, siapapun suamimu itu.” sambut Bapak tiba-tiba lalu bergegas pergi ke mesjid untuk sholat ashar.

Tak ada kata yang keluar dari mulut. Lama kupikirkan perkataan Bapak.


***

Thursday, December 30, 2010

[KKDH] LELAKI SIPIT, TANPAMU AKU KAYA




LELAKI SIPIT, TANPAMU AKU KAYA


Hari ini kulepaskan kau dari hatiku. Kulepaskan juga serpihan-serpihan memori tentangmu yang menyangkut di kepala agar kepala ini mampu kutengadahkan untuk menatap langit biru dan abu-abu. Setelah bahasaku yang terlalu sulit kau pahami juga ketidakpahamanku yang berasal dari kebodohan.

3 tahun yang lalu. Sejak hari perkenalan dalam sebuah training untuk mahasiswa baru dari seluruh fakultas yang berlangsung di luar kota mulai tercipta deburan rasa di dasar hati. Baru satu hari aku mengikuti training, aku sudah terkagum-kagum padamu. Kau yang begitu kharismatik dengan kemeja hijau toska dan celana gunung coklat muda menjadi moderator dihampir setiap sesi acara. Lelaki berwajah oriental, kulit putih dengan mata sipit.