Sunday, May 22, 2011

Perhentian

Tak perlu lagi kutanya hujan yang mengabarkan mimpi
dan termenung di malam pekat
sekedar memastikan kesalahan
melihat diri dipermain kebodohan

aku yang tak bisa melihat
tepat di mata kejujuran sekejab hilang
karna tak pernah ada lagi kunci
menembusi dinding hati bernama telepati

setiap aku menapakkan kaki kini  kuhapus jejaknya
agar tersadar tak tergurat luka merentang
biar tak lagi kulipat kebahagiaan yang penuh warna
dan tak perlu minta maaf selain kepadaNya

Pontianak, 22052011.

4 komentar:

Jaen l Arifn said...

koq tulisannya tanggal 23052011?
(bukannya besok?, soalnya sekarang kan 22052011)... :-)

Kalau kau hapus setiap jejak langkahmu, terlalu lama engaku sampai tujuan karena harus setiap saat melihat ke belakang. Bukankah diciptakan-Nya angin dan air juga dengan sendirinya membasuh setiap jejak?

Sisi Ungu said...

oh iya, thanks, udah saya ganti tanggalnya.

Kadang2 perlu untuk saya sendiri yang menghapusnya, tidak menunggu hujan maupun angin.

yetilismani said...

heeeemmm...
mendalam ta...

*lautan kata...

Sisi Ungu said...

Kadang vitha juga asal nulisnya ka, yg penting diri sendiri tau maknanya :D