Showing posts with label Perhentian. Show all posts
Showing posts with label Perhentian. Show all posts

Saturday, September 29, 2012

"Kirimi Aku Kabar"





Sampai detik ini aku masih meminta padaMU, “ Kirimi aku kabar.”
tentang pertanyaan yang sesekali bergelayut mencari tempat berdiamnya semenjak dulu
dan gejolak yang kuamini Engkaulah penerangnya

dinanti-nanti pelitaMU diantara gumam berulang.

Ada sesakku yang hanya terdengar diantara kita.
Kala menelusur  halaman demi halaman firman namun tak jua aku memahaminya,
lalu biarlah itu sebagai isyarat kebodohan merangkak pelan

Duhai  Maha Pengasih,
aku memintal segala doa agar menemukan jalan-jalannya,
dan berharap menuju taman yang rimbun dengan segala kasih sayangMU.


Pontianak, 29.09.2012
VCY, sisiungu.

Monday, April 30, 2012

KepadaMu adalah Rindu



                                                          by CarolynCochrane

Pagi ini, sesekali aku bersenandung asma-Mu
meminta hati sarat ketundukan pula berkilauan pendar cahaya keikhlasan
saat gerimis mulai menyapa dan matahari yang tak pernah tiba-tiba menyeruak memperkenalkan diri pertanda pagi,
atau kala bulan pucat sedang angin bergerak lamban di malam bergulir kemarin
agar aku selalu yakin bahwa Engkau begitu baik dan hati tak perlu menyimpan cemas
juga biar mata ini menyimpan ribuan keterasingan pada dunia
maka aku tak pernah menyesal bila menyediakan ruang begitu luas  pada sebuah kata sederhana untuknya mengapung di udara.
PadaMu, Ia adalah rindu.


1 Mei 2012
VCY, sisiungu.

Tuesday, April 24, 2012

"Gelembunggelembung Sabun"


                                                                                    "Soap bubble" by monnaie

: Perempuan bernama Diya

Beginilah kita yang saling diam namun Tuhan mempertautkan.
Kita yang saling mengerti tanpa kita sadari.
Seperti kala hati menyimpan luka sendiri namun Tuhan selalu berbaik hati memperdengarkannya kepadaku. Agar hati selalu terisi dengan pengertian yang datang kemudian; Allah tak pernah membiarkanmu sendiri.

Jarak hanya cara agar kita saling bertemu dalam doa.
Dan kita tak pernah kehilangan apapun sebab kenangan kan selalu berputar pelan pada pecah tawa
juga waktu yang kita lewati dengan bersahaja.
Maka, jarak bukanlah pemisah sebenarnya
ia hanya serupa gelembung-gelembung sabun yang rapuh.


#april2012
VCY, sisiungu.

Friday, April 6, 2012

[masih] Membaca Diri



                                                                                    CarolynCochrane

Ketika engkau bercerita padaku betapa banyak kesalahanmu, ketahuilah aku lebih merasa kesalahanku padaNya jauh lebih banyak. Karenanya semoga kita masih memiliki hati yang mau memohon ampun dalam tiap aturanNya yang mungkin saja tidak kita ketahui hingga kita langgar.

Memohon ampun pula atas hari penuh kesia-siaan yang tak kita hindari tapi sering kita sesali dan dalam tingkah yang mengedepankan nafsu juga segala nikmat nafas, makanan, senja yang gerimis serta pelangi yang melengkung di langit. Beragam hal karena sudah dianggap wajar sehingga lupa menjadikannya pelajaran agar hati mampu bersyukur serta semua titipan yang kadangkala tidak kita gunakan sesuai permintaaNya.

Seperti halnya kebahagiaan dan nikmat yang telah Ia berikan, kita pun tak mampu menghitung seluruh kesalahan karena sudah terlalu banyak. Kalaulah Allah ingin menampakkan segala aib sekian tahun silam hingga detik ini dihadapan manusia barangkali tak ada satu pun yang ingin melihat rupa kita.

Duhai diri perlulah bertanya pada diri sendiri,
Sudah seberapa jauhkah dirimu dariNya?
Masih adakah sisipan perasaan  bangga serta menganggap diri lebih dari orang lain?
Semoga saja tidak. Semoga serta merta luruh saat mengetahuinya mulai tumbuh.


“Ya Allah, tiada Tuhan selainMu..
kuberlindung padaMU dari segala salah,
ampuni segala dosaku..”


april, masih membaca diri.
VCY, sisiungu

Monday, March 19, 2012

Bunga Kehidupan


                                                                          summer flowers by the Rideau River

Aku di sini, di sudut mulut jendela
sedang menanam segala kegembiraan kala kabut pagi mengambang
dan berharap saat matahari mulai merekah di timur
ia tumbuh menjadi bunga-bunga kehidupan

tiada yang kusesalkan
telah lupa aku pada hati yang digulung kesunyian
tak pula takut pada kesendirian
sebab jauh sudah kupercaya tak seorangpun ingin berdiam dalam rumah berdebu
serta pintu dan jendela yang terkatup rapat tanpa cahaya

dan bila kau pun bertanya
dalam riak takdir yang kusyukuri kini 
keikhlasan menjadi jawaban

maka kenanglah suatu hari
aku perempuan yang pernah mengusap bulir air mata dengan ujung kerudung
lalu merelakan tetes-tetes itu menggenang di tapuk
kini melebur pada sesuatu yang dipahami
sepanjang perjalanan kembali
Tuhan selalu memberi kasih tak bertepi

Kemudian adakah ini katamu sebuah kesia-siaan?


#maret
VCY, sisiungu.

Wednesday, March 14, 2012

Senandung Senja


Sampai lewat senja aku bersenandung
sepanjang satu jam setengah ini
terbiasa mengeja semburat cahaya sendiri
diantara permainan menebak yang tak menyenangkan
seperti saat kau tak tepat berada di hadapanku
mencoba bertanya apa yang sedang kusenandungkan
meski kau punya telinga sempurna namun tak jua bisa menyusun kata
sebab kita jauh, terlalu jauh dan tak ada alat penghubung kecuali hati

sampai lewat senja
aku bergumam jelas kadangpun tidak
tapi, hei ini adalah sebuah keceriaan yang kutemukan
pada langit yang membentang
silahkan kau mereka-reka wujudnya
pada jingga
lembutnya
karena aku tak ingin mengambil potret sederhana dari mataku
biarlah imajinasi bermain di celah matamu sendiri
atau pada sisa-sisa kelelahanmu
karena potret-potret itu tak pernah mampu menyamai keajaiban mata kita

sampai senja aku bersenandung diantara redup cahaya
mengukir cerita dengan sepenggal senyum
yang kutemukan di kotak-kotak kenangan
bahwa tak perlu menyerah pada keadaan
saat hati  merindu kehidupan.


#maret
VCY, sisiungu,

Saturday, March 3, 2012

Aku Rusukmu


Kala nafas sekejapan mata
aku tak ingin menjadi mentari yang menemanimu hingga senja
barangkali ia telah penat menebar cahaya
tak juga ingin menjadi senja yang menyimpan warna jingga di cakrawala
lihatlah ia kan hilang ditelan gulita

Aku tak serupa hujan yang kadang berirama kesedihan
lalu lupa mengisi dadamu dengan kebahagiaan
Aku tak seperti pelangi
lengkungan pita indah namun ada hanya sesekali

Aku bukanlah mentari, senja, hujan, pelangi
Aku rusuk
yang melindungi hati dan jantungmu
yang kan terus menemani dengan doa-doa


by. Vitha Civtany Yolandary

*Diikutsertakan dalam lomba Wedding Poetry.

Sepasang Sayap


Hai, Sepasang Sayap ini saya posting kembali, sebenarnya mau diikutsertakan dalam lomba Wedding Poetry-nya Ivonie, eh gak jadi. Tiba-tiba ragu, he..alasan gak penting ya. Oh iya, beberapa kalimatnya ada yang saya edit kembali. Itupun kalo teman-teman masih ingat J Selamat menikmati J


Sepasang Sayap

Kala senja jika kita bertemu diantara awan berwarna jingga
kan kubagi kisah-kisah pendek namun membahagiakan
kita saling mengenal dengan senyum tipis lalu saling bertukar mimpi
namun hidup bukan hanya tentang hari aku dan kamu
tapi juga tentang harapan agar kita tumbuh menjadi baik
tuk berikan kebaikan kepada orang lain

nanti…
saat usia tergerus oleh waktu
hidup terlalu singkat untuk mempertentangkan perbedaan
maka biarlah kita sambut semua dengan suka cita

kita ibarat sepasang sayap
tak bisa melintasi cakrawala jika tak bersama
tak seimbang jika ayunannya tak seirama
di jalanNya lah kita saling menjaga
menjadikan iman sebagai nakhoda

hingga suatu kali kita belajar mengerti
pertemuan di dunia tak abadi
kecuali pada hati yang menyimpan taqwa
kan bawa kita menaiki tangga ke syurga


VCY, sisiungu

Sunday, February 26, 2012

[SATU JAM MENULIS SERENTAK-MILAD FLP SEDUNIA]

: Perempuan bermata bening

Ini bulan kedua
di awal cerita kuingat
tiap kenangan terselip di guratan waktu
ada kebaikan di kedua bola matamu

di matamu
aku tak perlu menakar ketulusan
sebab semua terasa sebagai kegembiraan

setelah matahari tergelincir
dan saat langit menjadi merah
ada kenang dan harapan
dalam tiap taburan doa yang kugenggam
kala kerentaan tiba
kita masih menyimpan sisa cinta


#februari  2012
VCY, sisiungu
miss u mom..

Saturday, February 18, 2012

Jika Hujan pernah Bercerita




Aku tak pernah memperberat kecemasan pada tiap keluhan orang-orang yang tak menginginkanku turun sebab aku yakin Tuhan selalu memperjalankan takdirku untuk memberi,

dan aku selalu menyimpan harap semoga kehadiranku membuat setiap makhluk mendapat berkah dan rahmatNya.

Aku senang menerbangkan bau rerumputan bercampur tanah karena hal itu akan membuatmu tersenyum sangat manis.

Suatu pagi lihatlah aku serupa anak kecil yang menari-nari. Pasti aku tampak lucu dan membuat engkau tertawa. Aku suka menghiburmu.

Lalu kala siang aku datang karena tak ingin nafasmu sesak oleh debu jalanan yang pekat,

serta aku selalu iba melihat pohon-pohon meranggas kemudian daun-daunnya berguguran. Maka dihari-hari musim kemarau aku meminta pada Tuhan supaya mengizinkanku sekali dua kali menjumpaimu. Bukankah kebahagiaan melihat pohon-pohon itu berbunga dan berputik kembali.

Oh iya, kalau engkau lelah, aku akan mengantar tidurmu dengan nyaman.

Ya, aku hanya sebuah keberadaan kecil karena engkau sering menjumpaiku. Namun tahukah alasan sederhana mengapa aku selalu berusaha tegar memberi?

Aku ada, karena Tuhan mencintaimu...


#februari
VCY, sisiungu.

Wednesday, February 1, 2012

Pendar CahayaMu


                                                                             tatertots

 
Suatu sore, saat menghadap ke barat. Meskipun matahari sudah terbenam lalu malam merangkak begitu lamban. Engkau masih memberi banyak kebaikan.

Tak ada yang lebih kurindukan dari semua itu, saat kaki lemah mencari tumpuan dan terdengar tik tak jam berjalan pelan. Apa lagi yang perlu kutanyakan padaMu Maha Penjaga. Kau berikan kehidupan-kehidupan baru dalam waktu yang melesat tanpa terasa.

Di kepalaku hanya terhampar kesalahan-kesalahan dan membuat ketakutan kadang ada kadang tiada. Bahwa tidurku harusnya tak lebih panjang dari untaian syukur yang dilafadzkan.

Setelah hari ini aku ingin sering bersamaMU karena dari pertemuan serta percakapan yang berlangsung setiap waktu itulah aku seperti menjadi bunga-bunga sore yang menunduk malu atas cahayaMu.

#februari 2012
VCY, sisiungu.

Saturday, December 17, 2011

Padi atau Ilalang

saat aku bertemu dengan orang-orang yang begitu fasih bicara
dan memiliki pemahaman berfikir yang mengesankan
namun akhlaq tak sama baiknya dengan akal dan logika
lisan seolah pandai tapi sikap seringkali menyakiti
aku merenung, melihat ke dalam diri sendiri
mungkin aku tak ada ubahnya dengan mereka


saat aku bertemu dengan orang-orang yang begitu baik
tak ada mata kepura-puraan
tak perlu mengambil keuntungan dari kebaikan yang ia berikan
karna yakin Tuhan punya penglihatan menembus hati
aku diam memuji,
alangkah indah kalau punya hati yang senantiasa ringan memberi


kadangkala aku cuma diam jika bertemu orang-orang itu
lalu pikiranku seolah menelusur sebuah lorong panjang
betapa kehidupan adalah tempat belajar
untuk memilih ingin menjadi padi atau ilalang



#desember’11
VCY, sisiungu.

Friday, June 17, 2011

Luruh



Ada yang terdesak
mengalir berkelok tenang
selalu, pada akhirnya ia kan datang
tiap kali suara terbenam di ujung paling sepi
bila malam menjejak

luruh
gemuruh
kini hati yang tersungkur
diantara detik suara gerimis
meruah tiba-tiba

di sini
tangis berdentam dengan irama sesal yang meranggas
kala hari telah berlayar menuju pagi

(sisiungu, VCY)

"Dialah yang menjadikanmu bisa tertawa dan menangis"(An-Najm:43)
 **Mungkin kita pernah menangis, atau bahkan sering menangis. Tapi seringnya itu bukan karena Allah,
 "Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui tentulah kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis (Rasulullah).

Pontianak, 18062011.

Thursday, May 26, 2011

Taman Keikhlasan



Begini mungkin rasa keikhlasan,
saat kau memaafkan tanpa perlu alasan
kau memberi tanpa pernah berfikir balasan
kala kau berdoa menyebut tiap nama untuk mereka kebaikan
kau tak hendak menghitung semua menjadi butiran kerugian
karna cuma Dia tujuan

engkau pun terus menyapu jika taman keikhlasan
terkotori ranting-ranting ketidakjujuran
kau bersihkan ia dari daun-daun kesombongan
kau tanam benih tunduk
engkaupun siraminya dengan tawadhu
dan membiarkan ia di bawah cahaya

lalu saat engkau mulai sulit menyuburkan taman keikhlasan di hari yang lain
di hatimu
kau mulai mencurigai dirimu sendiri
Tuhan melihatnya, tak menutup mata sekalipun,
tak pernah sedetik pun
mohonlah kekuatan demi kekuatan,
karna banyak ujian yang menari-menari tak peduli kan membuatnya mati
pinta kesempatan demi kesempatan
sebab hati slalu melawan nafsu yang memperkelam segala
sebab hati pun, tempat kau simpan keikhlasan punyamu sendiri,
rahasiamu sendiri bersama Tuhan
dan hanya Ia yang meneguhkan

Vitha Civtany Yolandary
Mei 2011

Tuesday, May 24, 2011

Dhuha



Aku bertanya pada ruhku sendiri
tidakkah kau ingin merawat diri
lalu berjanji takkan pernah kembali
merentang hari dengan tuli

cepatlah pinta ampunanNya
celah-celah dosa begitu nyata
menjelma belati menghujam jiwa
kesedihan tanpa ujung mendera rasa
kala tak bermuara di syurga

Di dhuha kupilih jeda
membasuh muka dan anggota
sedekahi tubuh dengan rakaat sempurna
lalu melantun alif, ba, tha berakhir ya
mengeja lembar demi lembar surat cinta


Dhuha,24052011.

Sunday, May 22, 2011

Perhentian

Tak perlu lagi kutanya hujan yang mengabarkan mimpi
dan termenung di malam pekat
sekedar memastikan kesalahan
melihat diri dipermain kebodohan

aku yang tak bisa melihat
tepat di mata kejujuran sekejab hilang
karna tak pernah ada lagi kunci
menembusi dinding hati bernama telepati

setiap aku menapakkan kaki kini  kuhapus jejaknya
agar tersadar tak tergurat luka merentang
biar tak lagi kulipat kebahagiaan yang penuh warna
dan tak perlu minta maaf selain kepadaNya

Pontianak, 22052011.

Wednesday, April 6, 2011

Tuhan, Buat Aku Lupa



Angin bertiup lembut mengantar rintik tipis
demi rinai yang selalu kurindu
merebas dingin di ujung ingatku

kini ku tak lagi perlu waktu
biar  hilang memori  yang menempel pelan di labirin kepala
yang kuselip di alamat tak bertemu
dan ku mulai lupa
seperti doa malam kemarin jua hari selanjutnya
aku yang sendiri meminta,  “ Tuhan buat aku lupa”
lalu ku berjanji  tuk mengemas air mata dan tak membuatnya mengalir
untuk hal-hal yang tak seharusnya

Pontianak, 06.04.2011

Monday, January 31, 2011

Berdua



Sebuah sore
bersama sahabat
berdua bercerita
cita-cita cinta
sambil menggenggam orange juice

berteman angin berhembus
di keramaian mall kota melepas tawa
menjinjing sekeranjang harap-harap cemas dan bahagia
berharap  mengurangi beban karna seringkali
mengambil keputusan-keputusan yang salah

berlalunya waktu kubertanya pada debu jalanan
adakah keberadaanku memberimu semangat, kebaikan, keteguhan
sama yang kupinta darimu tatkala terjerembab pada kepalsuan

Saturday, December 11, 2010

Ini tentang Rindu




 


Ini tentang Rindu
Aku, di(y)a, dan dia lagi, lalu lelaki kami yang bermata jernih

Di(y)a, bersamanya aku membongkar mimpi
mengulas cerita-cerita kemarin yang diseret waktu

lalu dia, perempuan ketiga
tempat berbagi tawa dan kegelisahan-kegelisan yang kadang menghempas

dan lelakiku bermata jernih.
asa dimatamu biarkan aku mencurinya sedikit


Pontianak, 11.12.2010
Vitha.

Saturday, December 4, 2010

Pulang



Banyak serpihan memori yang ingin kulepaskan di kepala
berputar dalam ruang ketidakwarasan
kali ini harus berani mengangkat diri
agar bisa kujamu hari

Tuhan kini aku merinduMU dalam diam
mengupas kegelisahan
membuang kebodohan
mengutuk kegersangan
ini aku yang benar-benar ingin pulang


Pontianak, 04.12.2010
Vitha.