Wednesday, September 21, 2011

Dua Wajah


Kini kuberdiri di muka rumah bercat hijau muda. Kupandangi teras sempit dihiasi mekar bougenvil berwarna putih dan merah, menjuntai bebas dari beberapa pot yang tersusun rapi. Rumah yang kutemukan denyut kehidupan ada disini.

Ada rindu di dua wajah yang kuakrabi bertahun-tahun…

Wajah pemilik mata yang seolah selalu mengatakan jadilah perempuan berhati tulus. Siapapun yang tak menyenangimu, melukaimu, menganggapmu tak berarti apa-apa, tak perlu membuatmu bersedih hati. Tetaplah rendah hati dan jadilah manusia penuh kasih. Serta untuk menjadi perempuan yang cantik. Kau tak harus memakai lipstik, pemerah pipi, maskara dan eyes shadow namun pelihara hatimu dari kebencian kepada orang lain.

Dua wajah yang tampak begitu bahagia. Menyambut kehadiranku dengan senyum lalu tangan yang menggenggam erat jemariku saat kucium punggung jari-jarinya. Kemudian satu-satu mencium pipi kanan dan kiri. Mengusap kepalaku dengan lembut. 

Allah, Engkau yang tahu, selama ini ada rindu meletup-letup yang kusimpan diam-diam. Kini dua wajah itu tampak lebih tua. Namun satu hal yang tak pernah hilang. Ketulusan selalu mudah kutemukan.  Bahagia sekali memiliki mereka. Dua wajah yang selalu dapat menerima tiap kurang dan lebihku.


Pontianak,
VCY, sisiungu

5 komentar:

Rizaldy Gema said...

bagus. udah pernah nerbitin buku kah? btw NCY itu apa ya?

sisiungu said...

makasi. 2 Antalogi bareng teman2.

NCY atau VCY? :)

Rizaldy Gema said...

eh VCY ding maksudnya :P

wah, hebat, antalogi?

yg mana tuh? judulny apa?

sisiungu said...

Nama saya, Vitha Civtany Yolandary.

Bisa di liat di label "My Book" :)

Rizaldy Gema said...

oh itu nama aslinya ya. kayak yg di blogger profilnya:

"Vitha Civtany Yolandary. Sederhana tapi tidak sederhana."

bikin bingung. :P