Sunday, June 30, 2013

Mengenangmu






Musim sudah berulang berganti. Angin bertiup pelan dan langit terasa lebih dekat. Di malam yang benderang purnama sudah berpuluh kali menunjukkan wajahnya menyongsong malam. Sedang sesekali aku masih saja mengenang pada sepotong waktu saat sosokmu menyembul dari kerumunan orang-orang di hari mendung kala itu.


Apa kabarmu? Apakah segala sesuatu berjalan sebagaimana lazimnya? Terkenang pula persahabatan yang kau sodorkan dulu. Hangat dengan keramahan yang tidak dibuat-buat. Kini berbilang waktu kemudian, kehidupan yang datang pastinya kita tidak pernah menyangka akan alurnya yang kadang berliku. Barangkali kita telah banyak memiliki semacam perjanjian pada diri sendiri. Impian, jalan yang dilalui, hal-hal yang direncanakan untuk hidup, atau bahkan kenangan yang terus disimpan.


Teman, betapa gegas waktu berlari. Aku percaya ada banyak yang kita hadapi di luar kehendak. Namun semakin kepasrahan meninggi semakin banyak rasa syukur memenuhi hati hingga kuat adalah satu-satunya pilihan yang kupunya kini. Kurasa engkau pun demikian karena ingatan tentangmu juga adalah tentang sikap keikhlasan pada ketentuanNya. Kebaikanmu yang tak pernah hilang dari kedua belah mataku serta selalu ada kesabaran yang menenangkan yang kau bagi. Terima kasih atas segalanya. Betapapun yang terjadi pada kehidupan kita kini. Aku tak pernah ingin menyesalinya. Sebab rangkaian hidup juga adalah gumpalan perubahan. Dan kita hanya perlu menyiapkan hati pada tiap perubahan itu lalu memilih dengan cara apa kita menghadapinya.


Kau tahu mengapa aku menuliskan ini? Karena menulis adalah salah satu cara menyimpan kenangan tentangmu atau menjelaskan tentang segala sesuatu yang tak tersampaikan oleh lisan. Walaupun ada banyak hal yang perlu kau ketahui. Namun akhirnya aku memahami, pada setiap persahabatan, ia adalah titipan. Kita milikNya. Maka hanya kepadaNya kupinta penjagaan setiap waktu untukmu kala tak pernah lagi ada sua dan percakapan. Kupinta agar hidup dilingkupi keberkahan. Dan aku masih meminta, semoga hati dipenuhi dengan rasa kasih sayang serta semoga IA mencintai kita.


Lalu berikutnya. Pada apapun kehendak dan jalan yang kau pilih. Aku berharap kita masih berjalan menuju ampunanNya. Meski kadangkala kenangan membuat kubertanya, adakah kita masih termangu pada pikiran yang sama?


Pontianak, menuju akhir Juni 2013.
VCY, sisiungu.

4 komentar:

thoriq himam said...

bahasanya elok di baca,
wah senangnya mungkin kalo sahabatnya membaca ini. sahabat karib rupanya kah

sisiungu said...

makasih, iya sahabat baik mba..

dete said...

hmmmm

sisiungu said...

dt: seorang sahabat baik saya yg lain..