Showing posts with label Catatan Hati. Show all posts
Showing posts with label Catatan Hati. Show all posts

Monday, December 16, 2013

Sepotong Ingatan




“Al-Qori’ah artinya apa?”
“Artinya hari selasa, Ustadzah!” suara nyaring seorang anak serta merta membuat saya menahan tawa.
Ya, jawabannya tentu bukan itu.

“Ustadzaah…” Cup. Mendarat kecupan hangat dari bibir mungil si Kiran membuat saya menghentikan pembicaraan.

Seorang lagi menatap saya dengan serius, “Adha mau jadi pilot. Kalau Ustadzah pergi dengan pesawat ke bandara ya..” Tentu nak. Tak ada pesawat di terminal bus. Senang rasanya mendengar salah seorang bercita-cita ini. Mungkin di lain waktu, saat saya mengajukan pertanyaan yang sama jawaban yang Adha berikan bisa saja berbeda. Seperti kebanyakan kita ketika kecil.

Betapa bahagia bertemu dengan anak-anak dengan keramahan yang tidak dibuat-buat serta nikmat rasanya duduk bercengkrama dengan mereka, meski pada akhirnya hanya di posisi sebagai pendengar. Saya paham pastinya kami sama sekali tidak menyangka akan dipertemukan olehNya. Dibilangan waktu kemudian saya hanya merasa selalu ada pertalian kasih sayang Allah di setiap langkah, apapun itu.

Sepotong Ingatan. Semacam mencari jejak di masa lalu. Ketika kecil apa saja yang kita ceritakan pada guru kita? Siapa saja teman-teman yang lucu semasa itu? 

 
Desember 2013,
VCY, sisiungu.


Sunday, September 22, 2013

Memetik Hikmah





Di masa lalu kita mungkin pernah salah.

Dan barangkali kita sering menerka-nerka sesuatu akan berujung sederhana namun pada akhirnya menjadi hal yang kita anggap demikian rumit.

Di masa lalu barangkali kita menyimpan beberapa impian kemudian seiring waktu kita sendiri yang menenggelamkannya.

Di detik ini, aku terpikir tentang banyak hal yang terjadi di masa lalu. Entah pada bilangan tahun yang keberapa saja. Kala mengenang kesalahan yang tiba-tiba membuat jemari bergerak ke sudut mata, menghapus buliran bening yang jatuh. Atau mengenang segala sesuatu yang membuatku terus bersyukur hingga kemudian membatin, terima kasih Allah betapa Engkau sangat baik. 

Dalam tiap hela nafas kini. Nyatanya banyak yang patut disyukuri setelah sebelumnya ada kekecewaan yang menyelinap perlahan-lahan. Namun tahukah apa yang paling melegakan serta membahagiakan dari semua itu? Yaitu saat rangkaian hari, tahun demi tahun setelah masa itu akal dan hati memberikan perhatian penuh untuk memetik hikmah dari apa yang Allah berikan, dari segala apa yang terjadi. Setulus-tulusnya. Dan semakin memahami Allah menyusun rencana untuk menyampaikan pesan yang indah pada hambanya yang berserah diri.


Pontianak, September 2013
VCY.

Sunday, June 30, 2013

Mengenangmu






Musim sudah berulang berganti. Angin bertiup pelan dan langit terasa lebih dekat. Di malam yang benderang purnama sudah berpuluh kali menunjukkan wajahnya menyongsong malam. Sedang sesekali aku masih saja mengenang pada sepotong waktu saat sosokmu menyembul dari kerumunan orang-orang di hari mendung kala itu.


Apa kabarmu? Apakah segala sesuatu berjalan sebagaimana lazimnya? Terkenang pula persahabatan yang kau sodorkan dulu. Hangat dengan keramahan yang tidak dibuat-buat. Kini berbilang waktu kemudian, kehidupan yang datang pastinya kita tidak pernah menyangka akan alurnya yang kadang berliku. Barangkali kita telah banyak memiliki semacam perjanjian pada diri sendiri. Impian, jalan yang dilalui, hal-hal yang direncanakan untuk hidup, atau bahkan kenangan yang terus disimpan.


Teman, betapa gegas waktu berlari. Aku percaya ada banyak yang kita hadapi di luar kehendak. Namun semakin kepasrahan meninggi semakin banyak rasa syukur memenuhi hati hingga kuat adalah satu-satunya pilihan yang kupunya kini. Kurasa engkau pun demikian karena ingatan tentangmu juga adalah tentang sikap keikhlasan pada ketentuanNya. Kebaikanmu yang tak pernah hilang dari kedua belah mataku serta selalu ada kesabaran yang menenangkan yang kau bagi. Terima kasih atas segalanya. Betapapun yang terjadi pada kehidupan kita kini. Aku tak pernah ingin menyesalinya. Sebab rangkaian hidup juga adalah gumpalan perubahan. Dan kita hanya perlu menyiapkan hati pada tiap perubahan itu lalu memilih dengan cara apa kita menghadapinya.


Kau tahu mengapa aku menuliskan ini? Karena menulis adalah salah satu cara menyimpan kenangan tentangmu atau menjelaskan tentang segala sesuatu yang tak tersampaikan oleh lisan. Walaupun ada banyak hal yang perlu kau ketahui. Namun akhirnya aku memahami, pada setiap persahabatan, ia adalah titipan. Kita milikNya. Maka hanya kepadaNya kupinta penjagaan setiap waktu untukmu kala tak pernah lagi ada sua dan percakapan. Kupinta agar hidup dilingkupi keberkahan. Dan aku masih meminta, semoga hati dipenuhi dengan rasa kasih sayang serta semoga IA mencintai kita.


Lalu berikutnya. Pada apapun kehendak dan jalan yang kau pilih. Aku berharap kita masih berjalan menuju ampunanNya. Meski kadangkala kenangan membuat kubertanya, adakah kita masih termangu pada pikiran yang sama?


Pontianak, menuju akhir Juni 2013.
VCY, sisiungu.

Friday, April 12, 2013

Seharusnya




Kau tahu. Kadang kala aku heran. Mengapa manusia sering saling menuding? Yang satu mengatakan yang lain banyak salahnya. Yang lain bilang sebagian hanya bisa bicara . Adakah jengah saat saling melemparkan kritikan. Lalu saat bahkan banyak diantaranya tak bisa membantah, di sudut hati yang lain berteriak  girang. Bertepuk tangan. Manggut-manggut dan sepakat. Saling menjatuhkan.

Lama-lama hal yang benar adalah kita memang terpaksa harus melupakan apa saja yang sebaiknya kita lupakan. Dan apakah itu termasuk ukhuwah? Kurasa tidak.

Di sini, sering kukatakan pada diri. Seharusnya. Makin banyak mendengar, semakin banyak diam. Semakin banyak bicara, semakin banyak berbuat nyata. Namun sayangnya, barangkali hati tak begitu mengenal cara itu. 

Aku adakalanya lelah. Serta jauh sudah ingin meninggalkan jejak perbedaan yang kerap membuat kita menelikung seolah menjadi musuh. Meski aku masih terus meminta pada Nya agar mengirim kabar demi kabar supaya kelak kutemui oase bernama syurga.

Pertengan april. Kala musim semakin sulit ditebak. Matahari terang menyala kemudian sewaktu-waktu dalam beberapa menit berubah redup. Dunia semakin menua. Aku kini berjanji pada diri sendiri bahwa seharusnya belajar mengikis hawa nafsu dengan kelembutan hati, ilmu yang bermanfaat dan kemuliaan akhlaq.


April, 2013
VCY, sisiungu.


Saturday, March 30, 2013

Anak-anak Tangga





Begitu hujan jatuh satu-satu. Saat petang mulai basah. Ada yang kusadari kalau aku seperti memiliki nafas yang kembali baru hingga membuat wajah sedemikian tenang. Menatap pada sebuah pohon jambu yang sedang berputik, daun-daun coklat yang jatuh karena angin, membuatku berfikir  tentang hal lain. Sebuah siklus yang pasti.


Di bumi petang yang basah. Ini aku, seseorang yang sedang memelihara hati untuk terus berupaya percaya betapa ujian demi ujian yang baru saja lewat memiliki kesudahan yang penting. Sebab ujian sesungguhnya menguatkan. ia seperti anak-anak tangga, setelah diri kita mampu melewati sebuah anak tangga, akan semakin tegar  menaiki tangga berikutnya. Asal berbekal sifat sabar jua ketulusan, lebih-lebih keikhlasan...


30 maret 2013
VCY, sisiungu