Wednesday, August 19, 2009

Hilang II





Hilang II

Sebuah tanya diliput bisu
melewati sekat-sekat hampa
mengubur debu
di tepi perjalanan
meminta satu hal
menutup semuanya
dan kuhilang bersama senja yang pucat


Pontianak, 18 agustus 2009
Malam.

2 komentar:

Koez Arraihan said...

Dimanakah engkau

Aku disini,
ditepian gemercik air kali yang bergemuruh,
dan rerimbunan bebatuan yang diam,
dedaunan dan juga angin, pun menjadi demikian sunyi,
dimanakah engkau.

Waktu mengetuk berteman detak melintas tanpa suara,
tak mampu ku reka arah,
karena masa adalah kasih yang terbujur antara harapku dan impian-impian mu,
dan diantara jarak itu adalah nestapa,
dimanakah engkau.

Tak kulihat jelaga hijau dari tempat ku berdiri,
karena lumpur kali itu telah meleburnya,
seperti kenangan dan parasmu yang ditenggelamkan senja,
indah tapi tak terjangkau ku,
dimanakah engkau.

Aku kemudian beranjak dari segenap waktu,
meninggalkan kali dan jelaga yang malang itu,
tak lagi ku menoleh karena penantian persis berada di titik tanpa cahaya,
hati meregang bagai bunga gugur di rerimbunan kemarau yang jatuh,
aku hanya menghitung detak waktu yang telah kehilangan angka-angka,
dalam kabut risau dan kegundahan tak bertepi
karena pagi terlalu cepat datangnya,
ah, dimanakah engkau.

Koez : batas riau, agustus 2009

Vitha said...

terima kasih, bagus pusisinya, salam kenal..